by : Maggie. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

whatz mean of love? chapter 3

[kantin]
            “nah sekarang coba jelaskan..apa yang membuatmu terdiam seperti itu?”
            “tidak ada koq..hanya masalah kecil..” ucap miyuki sambil mengaduk gelas yang berisi milkshakenya yang berasa lemon.
            “dasar..kamu tidak mau cerita?” Tanya lily dan kemudian miyuki hanya menjawabnya dengan gelengan kepala saja.
            “baiklah..aku yang akan cerita..hmmm… aku dan yoon oppa bertukar pesan sudah beberapa hari ini..”
            “oh ya? Bagus donk..terus..bagaimana reaksi kakakku?”
            “well, sejauh ini baik..kami akan makan siang bersama nanti..kamu mau ikut?”
            “hmm..tidak. nanti yang ada aku akan jadi nyamuk disana..kalian saja..”
            “benar?”
            “iya..aku mungkin akan berkeliling sedikit..”
            “ya baiklah..” ucap lily sambil meminum minumannya berwarna cerah itu. Kemudian miyuki melihat kearah kanan dan melihat yuu sedang bergandengan dengan  seorang perempuan yang cantik, miyuki hanya melihat dengan iri dan membayangkan bahwa dirinya lah yang berada disana bukan wanita itu. Miyuki terus melihat tanpa menyadari bahwa lily ikutan melihat arah matanya karena penasaran.
            “oo..yuu..wanita itu cantik ya?” Tanya lily sambil menggigit sedotannya.
            “iya..cantik,”
            “kira-kira siapanya ya? “
            “entah..”
            “hmm..mungkin  pacarnya..”
            “itu tidak bolehh!!!!!!!!!!!!” teriak miyuki sambil menggebrak meja dan membuat minumannya tumpah. Lalu karena malu, miyuki salah tingkah dan hanya berkata , “maaf..aku sedang..aku..maafkan aku..aku duluan mau ke kamar mandi dulu ya..”
            lily melihat teman baikknya pergi kearah toilet dengan gugup dan akhirnya mempunyai kesimpulan, bahwa miyuki menyukai actor yang bernama yuu shirota itu “aduh, kenapa seleranya tinggi sekali..yuu. dia kan actor beken yang digandrungi wanita, tak ada wanita yang tidak mengenalnya.. bahkan o-chan pun mengenalnya. Haduhh…seleranya tidak pernah berubah..” pikir lily sambil menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian kembali meminum minumannya yang tinggal setengah itu.
            Dari arah lain, ternyata yuu juga melihat miyuki pergi kearah kamar mandi. yuuhanya menatap pintu kamar mandi perempuan yang tertutup rapat. Lalu, alice yang melihat hanya berkata, “ u-chan..jangan bilang kamu ingin mengintip ke kamar mandi perempuan ya..”
            “hah? Enggak lha.. kurang kerjaan sekali aku melakukan hal seperti itu..”
            “ya..barangkali aja kan,..oh ya, ini jadwal kerja dan kuliahmu untuk 1 semester ini…”
            “mana? Hm..nagoya? aku harus ke Nagoya untuk melakukan calendar cover? Jauh sekali..” gumam yuu sambil emlihat jadwal yang diberikan sahabat sekaligus managernya itu.
            “ya mau bagaimana lagi..walaupun aku managermu, aku tidak dapat berbuat apa-apa..ini saat yang penting bagimu.jadi kamu harus bisa mengatur waktu kuliah dengan kerjaan,.”
            “iya aku mengerti..terima kasih alice..” ucap yuu sambil berdiri dari tempat duduk.
            “kamu mau kemana?”
            “jalan-jalan..setengah jam lagi aku kembali..” ucap yuu sambil mengibaskan tangannya dan segera berlalu dari situ.
[toilet]
            Miyuki yang daritdai berada ditoilet hanya melihat kearah cermin dan menepuk-nepuk wajahnya, “kamu tidak boleh seperti ini, dia sudah pernah menolakmu..sadarr!!!” gumam miyuki sambil meletakkan jidatnya kea rah kaca. Kemudian melihat kaca kembali..”miyuki baka!! Kenapa bayangan dia tidak bisa hilang dari pikiranku?? Padahal perilaku dia itu tidak sesuai dengan wajahnya..berwajah malaikat namun berhati iblis..” gumam miyuki lagi sambil mengenang kejadian waktu itu.
            [flashback “waktu itu”]
            Hari itu adalah tepat tanggal 14 Febuari, dimana semua wanita menyatakan kasih sayangnya kepada orang yang dicintainya, tak terkecuali miyuki. Pagi itu, dia telah berdandan serapi mungkin, mengenakan pita dan membungkus coklat yang dibuatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya, ataupun keluarganya. Hari itu adalah hari yang special, Miyuki buru-buru membuka jadwalnya,” hari ini, yuu akan selesai syuting pada jam 5 sore..hm..coba kita lihat, sekarang jam 4..perjalanan ke sana 1 jam..aku harus buru-buru agar tidak terlambat….” Gumam miyuki sambil memasukkan coklat yang telah dibungkusnya dengan hati-hati itu ke dalam tas tentengnya.
            Miyuki berlari menuju stasiun kearah tempat syuting yuu, dengan hati berbunga-bunga, namun pada hari itu macet melanda sehingga kereta pun berhenti beroperasi selama 30 menit..
            “aduhh..aku bisa terlambat…” gumam miyuki sambil melihat jam tangannya terus-menerus. Setelah 30 menit, kereta pun berjalan kembali dan miyuki segera bergegas turun dari stasiun menuju tempat syuting yuu, dan waktu itu telah menujukkan pukul 7 malam..
            Miyuki berlari dna berlari hingga ia merasa nafasnya hampir putus dan tidak ada orang disana, miyuki pun bertanya kepada petugas..
            “pak, hm..orang yang syuting disini pada hari ini kemana ya?”
            “oh..itu sudah bubar nak..ada apa? Apa ada barang kamu yang terbawa?”
            “ah tidak..terima kasih pak..” Ucap miyuki sambil pamit dan berjalan. Coklat yang dibawanya dilihat terus menerus oleh miyuki, dan miyuki pun berjalan kearah taman dekat area syuting itu dan ia melihat seseorang sedang duduk disana.. yuu,..
            “yatta… terima kasih tuhan.. kamu telah mempertemukan aku dengannya untuk mengungkapkan perasaan ini..” gumam miyuki sambil berdoa dalam hati, kemudian dia mendekati yuu yang ternyata berwajah garang.
            “hm..anu..kak..” panggil miyuki, yang ternyata disambut oleh lirikan mata tajam dari orang yang dikaguminya.
            “kak..anu..aku ..aku mau memberikan ini..” ucap miyuki sambil memberikan bungkusan yang berisi coklat yang telah susah payah ia buat. Namun, yuu hanya melihat dan menatap bungkusan yang dipegang oleh miyuki tanpa menyentuhnya..
            “ini kak..ini coklat untuk kakak..aku tahu sudah terlambat untuk emberikan bingkisan ini..tapi aku harap kakak mau menerimanya..”
            “ya..aku menerimanya..” ucap yuu, kemudian mengambil bingkisan yang berupa coklat itu.
            “terima kas…” belum sempat miyuki mengucapkan kata-kata terima kasihnya, ia harus menghadapi kenyataan yang menyakitkan. yuu membuang coklat itu didepan matanya, awalnya hanya membuka bungkus coklat itu kemudian menuangnya.
            “k..ke..kenapa?”
            “aku menerimanya seperti yang kamu mau… “
            “tapi kenapa dibuang?? Kamu bisa menolaknya kalau tidak mau!!”
            “lalu, setelah itu kamu akan merengek-rengek dan berkata ternyata aku tidak sesuai dengan bayangan kalian?? Begitu??”
            “ta..tapi kan..”
            “kalian menyuruhku menerimanya, aku sudah menerimanya,.,.setelah itu, apapun yang aku lakukan pada barang yang kalian sebut coklat ini adalah urusanku..bukan urusan kalian!!!! Mengerti??? Kalau keperluanmu sudah selesai cepat pergi!!!” teriak yuu sambil melotot marah kepada miyuki yang setengah menangis..
            “jadi perempuan enak ya..setelah ia merasa disakiti, langsung menangis… dan memanfaatkan wajahnya serta tubuhnya untuk mendapatkan apa yang ia mau..enaknya..”
            “apa maksudmu..oppa?”
            “ maksudku.. enaknya jadi perempuan..saat ia menginginkan sesuatu langsung saja menangis..semua laki-laki akan terpancing dan rela memberikan apa saja termasuk hatinya…lalu kalian dengan gampangnya membuangnya seperti sampah..”
            “aku tidak seperti itu..jangan menghinaku!!” teriak miyuki sambil melotot dalam tangis kearah yuu yang emantapnya dengan ekspresi mengejek,.
            “oh ya? Bukankah kaum kalian gampang sekali mengatakan ‘ aku tidak seperti itu’ ‘ aku hanya wanita biasa’ ‘ aku hanya begini kalau didepanmu’ bukankah itu kata-kata yang kalian ucapkan?”
            “……..”
            “tidak bisa menjawab? Nah, sekarang kamu sadarkan.. semua wanita seperti itu..menangis dan merengek dan tinggal menunggu umpannya saja kemudian menjaringnya dan mencincangnya dengan pelan-pelan, kami para laki-laki seperti ikan sashimi yang kalian jaring dan kalian potong dan kemudian kalian makan kami hidup-hidup dan menonton kami yang berjuang dalam kematian..sedangkan kalian menontonnya dengan tawa kalian yang menjijikkan,.” Ucap yuu lagi
            Miyuki yang tidak dapat menggerakkan kakinya hanya terdiam dan mulai menangis, ucapak yang dilontarkan yuu tadi sungguh mengena di hatinya..lalu osamu hanya menatap dan beberapa menit kemudian yuu memilih meninggalkan tempat itu dan pergi. Sedangkan miyuki hanya menangis dalam diam dan menatap salju yang mulai turun. “cinta pertamaku hancur dalam satu pertemuan..hahaha tidak ada cinta pertama yang lebih menyedihkan dari ini bukan?” gumam miyuki masih tetap dalam keadaan berdiri,
            “kenapa ini terjadi apdaku? Apa salahku sebenarnya? Aku hanya memberikan coklat bukan? Mengapa dia harus semarah itu dan membuang coklat yang sudah susah payah ku buat…bahkan dia sampai semarah itu,dan memakiku..” kemudian miyuki menangis tersedu-sedu di abwah salju yang mulai turun dengan derasnya, namun miyuki tidak dapat beranjak dari tempat itu karena syok yang dirasakannya cukup berat pada saat itu. Miyuki hanya menghabiskan 1 malam kasih sayang itu di dalam tangis serta dalam dinginnya salju pertama di bulan febuari itu.
            [flashback selesai]
            “laki-laki itu tidak pantas mendapatkan cinta bukan?? Setelah apa yang telah ia lakukan padaku..seharusnya aku membencinya bukan?” gumam miyuki di depan cermin yang menggambarkan bayangannya,.
            “sadarlah miyuki…kamu sedang dibutakan oleh rasa cinta..ia tidak pantas mendapatkannya..lupakan dia” gumam miyuki lagi kali ini sambil melihat kearah mata bayangannya. Lalu miyuki menggeleng-gelengkan kepalanya dan menepuk kedua pipinya, dan bergegas keluar dari kamar mandi untuk bergabung kembali dengan lily.”pasti itu hanya cinta monyet saja..aku yakin dan harus percaya itu..” gumam miyuki sambil mengingatkan hatinya.
            Lalu miyuki kembali duduk ke depan lily, dan hanya berkata “maaf lama..”, namun lily hanya melihatnya sambil memakan kentang gorengnya yang baru ia pesan lagi karena lama menunggu sahabatnya dari toilet
            “kamu ke toilet atau melahirkan di sana? Lama sekali..”
            “maaf..maaf..tadi ad..sedikit yang tertunda..”
            “kentangku baru aku pesan lagi neh..”
            “hahaha dasar perut karung…” ucap miyuki sambil tertawa lebar melihat temannya tidak ada habisnya merasa lapar. Kemudian miyuki kembali meminum minumannya yang sudah tidak lagi terasa dingin.
            “sudah..lebih baik kita kembali ke kelas yuk..” ucap miyuki lagi mengajak sahabatnya itu.
            “baiklah,.yuk..” ucap lily sambil bangkit dari tempat duduk mereka, kemudian mereka berjalan menuju arah kampus mereka di bangunan kedua.


*********************************************************************************

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar